Saturday, November 7, 2015

Warga DKI Bisa Urus IMB secara "Online" Mulai 1 Februari

Pemerintah Propinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal mengaplikasikan system on-line dalam pengurusan izin membangun bangunan (IMB). System ini mulai berlaku pd 1 Februari 2014.

Kepala Dinas Penertiban & Pengawasan Bangunan (P2B) DKI Jakarta I Putu Indiana mengharapkan system on-line itu bisa menyingkirkan praktek percaloan dan mempercepat sistem perizinan. " System on-line pembuatan IMB kita rencanakan mulai diberlakukan pd 1 Februari yang akan datang & bakal diresmikan Pak Gubernur (Joko Widodo), " kata Putu di kantor Dinas Pengawasan & Penertiban Bangunan DKI Jakarta, Kamis (30/1/2014).

Putu menyampaikan, pembuatan IMB bersama langkah manual bakal mengonsumsi saat sampai 15 hari. Disamping itu, bila lewat system on-line, prosesnya dapat usai kurun waktu tujuh hari saja. Orang-orang pun tak perlu datang ke kantor kecamatan maupun Dinas P2B, namun dapat ajukan permintaan dari rumah, kantor, ataupun warung internet (warnet).

Sistem permintaanonline ini bisa dikerjakan bersama segera buka website situs dppb. jakarta. go. id. Pemohon cuma butuh ikuti langkah selanjutnya sesuai sama panduan yang ada.

Sesudah design bangunan di setujui, jadi pemberitahuan pembayaran retribusi bakal diantar lewat e-mail. Untuk tempat tinggal, retribusi yang perlu dibayarkan sebesar Rp 1. 250 per mtr. persegi. Tetapi, waktu pembayaran, pemohon mesti datang ke kantor kecamatan untuk mengambil surat ketentuan retribusi daerah (SKRD). Lantaran system ini belum terkoneksi bersama Dinas Service Pajak, pembayaran SKRD masih tetap dikerjakan dengan cara manual.

Diluar itu, pemohon pun disuruh untuk membawa dokumen asli waktu pembayaran lantaran di kuatirkan ada pemalsuan dokumen. Pemohon pun dapat tahu progres mengajukan perizinan itu.

" Suatu saat, Pak Gubernur pun bakal memegang keyword untuk lihat gerakan system on-line ini, " kata Putu.

Kepala Bagian Perizinan P2B DKI Jakarta Heru Hermawanto menyampaikan, awal mulanya system ini bakal diaplikasikan pd 2015 yang akan datang. Tetapi, atas keinginan Jokowi, pada akhirnya program ini dipercepat. " Biaya yang dikeluarkan sampai Rp 600 juta. Masalahnya cuma permasalahan pengadaan system lantaran kami hanya mempunyai saat sepanjang empat bln., " kata Heru.

Data dari Dinas P2B DKI Jakarta, rata-rata tiap-tiap thn ada 12. 000 IMB yang diterbitkan. Sejumlah 80 % salah satunya untuk tempat tinggal, sesaat bekasnya non-rumah tinggal. Beberapa besar pemohon pengurusan IMB datang dari Jakarta Barat & Jakarta Utara.

Heru menyampaikan, hasil retribusi pembuatan IMB tiap-tiap thn selalu bertambah. Pd 2012, nilainya sebesar Rp 168 miliar & thn lantas naik jadi Rp 202 miliar. Thn ini, Dinas P2B DKI membidik pendapatan meraih Rp 220 miliar.

No comments:

Post a Comment