Saturday, August 22, 2015

Penyebab Terjadinya Kenaikan Harga Ayam Potong


Kementerian Perdagangan menyebutkan, harga ayam potong di market yang alami kenaikan meraih Rp38 ribu-Rp40 ribu pasca Lebaran, dikarenakan oleh keadaan stock ayam di peternak alami kekosongan. Hingga, hal itu tidak bisa menutupi keinginan ayam potong yang naik sampai sekira 20 %.

" Sebenarnya harga ayam itu naik lantaran pasca-Lebaran keinginan naik 20 %. Akan tetapi kondisinya stock di peternak kosong, " ucap Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Srie Agustina waktu didapati di Market Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Pasalnya, lanjut Srie, pengisian Day Old Chick (DOC) atau bibit anak ayam yang berusia sehari baru dikerjakan H+5 atau H+6 pasca Lebaran. " Nah itu kan perlu saat 21-25 hari buat panen, " tuturnya.

Bersama sekian, kata dia, apabila dikerjakan penghitungan, panen ayam baru bakal dikerjakan pd minggu depan. " Jadi, minggu depan harga akan normal lantaran pasokan akan kembali normal, " ujarnya.

Sebatas info, pedagang ayam di beberapa lokasi Jabodetabek mengadakan mogok berjualan. Langkah ini dikerjakan sesudah pedagang daging sapi pun mogok jualan pd minggu lantas.

Harga ayam yang cukup tinggi di tingkat pedagang market tradisional jadi salah satu penyebab mogok itu. Sekarang ini harga ayam potong sekitar Rp 38 ribu-Rp 40 ribu per kilo gr (kg).

Wednesday, August 19, 2015

Harga Karet Dapat Mengalami Naik dengan Penyediaan Market Dalam Negeri

Penyediaan market dalam negeri bisa jadikan jalan keluar pemerintah buat menanggulangi lemahnya penyerapan dari luar negeri yang sudah menyebabkan penurunan harga di tingkat petani.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Entrepreneur Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan Alex K Eddy menyampaikan, pemerintah bisa sediakan market dalam negeri buat kurangi ekspor karet yang menggapai 3 juta ton per thn.


" Gapkindo sudah sekian kali pertemuan bersama Menteri Pedagangan & Menteri Perindustrian berkenaan bersama market dalam negeri, selama ini tanggapan benar-benar positif & menanti realisasinya dari pemerintah, dalam makna mulai menyerap dalam jumlah besar, " kata Alex, Minggu (16/8/2015).

Dia menyampaikan, pemerintah berjanji berikan market dalam negeri bersamaan bersama keberpihakan pd bidang infrastruktur, yang berarti perlu beberapa bahan baku mempunyai bahan karet.

Berbagai product diprediksikan dapat dihasilkan entrepreneur karet dalam negeri, seperti pembuatan aspal, dok kapal, sistim antigempa gedung & rel kereta api yang memakai bantalan karet, & bahan buat pintu air irigasi.

Untuk langkah awal, Gapkindo membidik jumlah 600 ribu ton karet diserap di market dalam negeri atau bertambah dari mulanya cuma 450 ribu ton.

" Tinggal bagaimana caranya pemerintah supaya industri hilirisasi ini dapat tumbuh dikarenakan bahan bakunya telah ada, " kata dia.

Menurut dia, suplai karet ke luar negeri mesti dikurangi dikarenakan harga selalu turun efek membludaknya pasokan diluar negeri di dalam penurunan ekonomi di negara pengimpor karet.

Keadaan ini menjadi kian diperparah bersama timbulnya tiga negara baru pengekspor karet Laos, Vietnam, Myanmar, & Kamboja yang disebut-sebut mempunyai mutu getah karet semakin baik dari Indonesia.

" Harga menjadi kian turun & tdk seimbang bersama cost yang dikeluarkan petani, seandainya tak ada intervensi dari pemerintah buat menanggulangi masalah ini jadi ada kemungkinan ke depan tak ada lagi yang pengen menanam karet, " tutur dia.

Disamping itu, harga karet di tingkat petani sekitar Rp17. 000 per kg buat karet kering 100 %, sedang seandainya kandungan keringnya tdk menggapai 100 % menggapai Rp5. 000-Rp8. 000 per kg.

Pd thn 2011 lantas, harga karet pernah melambung bersama menggapai USD5 kg bersamaan bersama tingginya perkembangan ekonomi di Tiongkok yang menembus angka 9,.